Cari disini

Kemenyan

Kategori: Klasifikasi dan Morfologi Tumbuhan, Tanaman Obat
Pohon Kemenyan
Berikan nilai untuk postingan ini

Mengenal Pohon Kemenyan

Kemenyan atau sering juga disebut Olibanum merupakan getah pohon yang diolah untuk dijadikan sebagai aroma wewangian. Wewangian tersebut berbantuk kristal dimana diperoleh dari tanaman jenis Boswellia dalam famili tumbuhan Burseraceae.

Terdapat 7 jenis tanaman kemenyan yang menghasilkan getah akan tetapi hanya 4 jenis yang lebih dikenal dan memiliki nilai ekonomis. Adapun 4 jenis tanaman tersebut yakni Kemenyan Sumatra (Styrax benzoin), kemenyan bulu (Styrax paralleloneurus), Kemenyan Toba (Styrax sumatrana J.J.Sm)[2] dan Kemenyan Siam (Styrax tokinensis).

Nama Daerah Kemenyan

Pakpak DairiKemenjen
KaroKeminjen
JawaMenyan
MinangkabauKamayan, Kamoyan
MakasarKamanyang
Nama Daerah Kemenyan

Klasifikasi Pohon Kemenyan

KerajaanPlantae
DivisiSpermatophyta
Sub divisiAngiospermae
KelasDicotyledoneae
BangsaEbenales
SukuStyracaceae
MargaStyrax
JenisStyrax benzoin Dryand.
Klasifikasi Kemenyan

Morfologi Pohon Kemenyan

HabitusPohon tinggi ± 18 m.
BatangTegak, bulat, berkayu, halus, percabangan simpodial, coklat muda.
DaunTunggal, lonjong, berseling, tersebar, panjang 4-8 cm, lebar 2-5 cm, tepi rata, ujung meruncing, pangkal runcing, pertulangan menyirip, hijau, tangkai bulat, panjang 0,5-1,5 cm, hijau pucat.
BungaMajemuk, lonjong, di ketiak daun dan ujung batang, tangkai bulat, hijau, kelopak bentuk mangkok, berbulu, hijau, benang sari putih, putik silindris, putih, mahkota bertaju lima, bentuk lonceng, putih.
BuahLonjong, masih muda hijau setelah tua coklat.
BijiBulat, diameter ± 1,2 cm, coklat.
AkarTunggang, coklat muda.
Morfologi Kemenyan
Getah Pohon Kemenyan
Getah Pohon Kemenyan

Pohon kemenyan merupakan salah satu pohon endemik yang ada di Sumtera Utara. Dimana tanaman ini banyak di temukan di daerah Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Barus, dan wilayah sekitarnya.

Dahulunya di pantai Barus (kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah) pernah menjadi pelabuhan besar, menuju Timur Tengah, hingga ke Betlehem. Pada masa itu kemenyan dan kapur barus digunakan sebagai pengawet Mummi para raja di Romawi dan Fira’un di Mesir. Bahkan selama berabda-abad, kemenyan dan kapur barus asal Tapanuli tergolong barang mahal yang nilainya lebih tinggi daripada emas.

Saat ini harga kemenyan di tentukan oleh kualitasnya. Dimana untuk menentukan kualitasnya dilakukan pengamatan secara visual dan analisis sifat fisiko-kimia kemenyan serta identifikasi asam balsamat. Harga per kilogram kemenyan dengan kualitas bagus yakni sekitar Rp300 .000. Sedangkan kemenyan yang bukan kualitas unggulan harganya sekitar Rp100.000-Rp200 .000 per kilogram.

Dalam Batak Toba, terdapat 4 kualitas dengan pembagian yang menentukan kualitas kemenyan tersebut. Yang pertama kualitas tingkat tinggi disebut Sidungkapi, kualitas tingkat menengah ada 2 yaitu Barbar dan Barbar kedua dan terkahir kualitas rendah yaitu disebut Tahir (Kikisan).

Ragam Manfaat Kemenyan

Terdapat beberapa manfaat kemenyan yakni secara kegamaan, secara ekonomi dan secara medis. Secara keagamaan kemenyan biasanya digunakan dalam upcara ritual yakni dengan membakar kemenyan untuk menghasilkan asapnya. Secara ekonomi kemenyan dimanfaatkan sebagai bahan baku roko, kosmetik, parfum, dan bahan pembuatan batik.

Sementara itu secara medis, manfaat kemenyan yakni untuk mengobati gusi bengkak, luka herpes di mulut, ekspektoran untuk penyakit bronkitis, obat luka, pereda stres, serta obat batuk dan pilek. Secara tradisional getah pohon kemenyan ini digunakan untuk mengobati borok kulit, luka tirah baring, dan kulit pecah-pecah.

Sumber referensi:

Sumber gambar:

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *