Cari disini

Bunga Kamboja

Kategori: Klasifikasi dan Morfologi Tumbuhan, Tanaman Obat
Bunga Kamboja (Plumeria)
Berikan nilai untuk postingan ini

Mengenal Bunga Kamboja

Bunga kamboja (Plumeria) merupakan pohon kecil yang termasuk dalam spesies Plumeria yang berasal dari Amerika Tropik seperti Meksiko, Kolombia, dan Ekuador. Nama Plumeria sendiri merupakan bentuk penghormatan terhadap Charles Plumier (1646-1706) yang merupakan pakar botani asal Prancis. Di Indonesia terdapat beberapa penamaan berdasarkan bahasa daerah seperti berikut.

Nama Daerah

MinangkabauBungo pandam
MelayuBunga kemboja
Jawa TengahSemboj’a
MaduraCempaka
BaliBunga jabun
SasakSemboja
RotiBunga matandani
ManadoKamboja
BuolBunga jera
MakasarBunga Jene mawara
HalmaheraCapak butu
TernateSaya kolocucu
TidoreCapaka kubu
Nama Daerah Bunga Kamboja

Klasifikasi

KingdomPlantae (Tumbuhan)
DivisiSpermatophyta
KelasDicotylodenae
OrdoApocynales
FamiliApocynaceae
GenusPlumeria
SpesiesPlumeria
Klasifikasi Bunga Kamboja

Morfologi

HabitusPohon, begetah, tinggi 1,5-6 m.
BatangBerkayu, bulat, bercabang, bekas dudukan daun nampak jelas, putih kehijauan.
DaunTunggal, lanset, ujung runcing, pangkal meruncing, tepi rata, tebal, panjang 10-25 cm, lebar 5-10 cm, pertulangan menjari, permukaan atas hijau tua, permukaan bawah hijau muda.
BungaMajemuk, malai rata, di ujung batang, kelopak bentuk corong, putih kemerah-merahan, mahkota bunga empat, putih.
BuahBumbung, bentuk lanset, panjang 18-20 cm, lebar 1-2 cm, masih muda hijau setelah tua hitam.
BijiBulat, bersayap, putih kotor.
AkarTunggang, bercabang, coklat muda.
Morfologi Bunga Kamboja
Bunga Kamboja
Bunga Kamboja

Walaupun bunga kamboja berasal dari tepat yang jauh, namun sekarang tanaman ini rupakan tanaman yang sangat populer di Pulau Bali. Di Bali tanaman ini dikenal dengan bunga jabun yang ditanam di hampir setiap pura serta sudut kampung. Bunga jabun memiliki fungsi penting dalam kebudayaan Bali.

Di daerah lain tanaman ini biasanya di tanam di pekuburan sebagai tumbuhan peneduh. Seperti di Sumatera Barat, tanaman ini dikenal dengan nama bungo pandam (bunga kuburan). Sehingga sangat jarang masyarakat yang menanamnya di pekarangan sebagai tanaman hias maupun tempat lainnya.

Dikarenakan tanaman ini banyak ditanam di pekuburan, membuat tanaman ini memiliki kesan mistis. Bahkan oleh masyarakat tertentu menganggap tanaman ini memiliki kekuatan gaib. Padahal dibalik anggapan ini, terdapat sejumlah manfaat yang bisa kita dapatkan dari tanaman ini

Bunga kamboja memiliki karakter merontokkan bunganya sebelum layu. Meskipun bunga tersebut sudah jatuh, namun tetap mengeluarkan aroma yang wangi. Hal ini pulalah yang menjadi alasan kenapa tanaman ini banyak di tanam di pekuburan.

Terdapat beberapa spesies bunga kamboja yakni sebagai berikut.

  1. Plumeria alba (berasal dari Puerto Rico)
  2. Plumeria inodora (berasal dari Kolombia)
  3. Plumeria obtusa (berasal dari Kepulauan Bahama, Meksiko, Guatemala, dan Florida)
  4. Plumeria pudica (berasal dari Panama, Venezuela, dan Kolombia)
  5. Plumeria rubra (berasal dari Meksiko, Venezuela, dan Kolombia)
  6. Plumeria stenopetala (berasal dari Republik Dominika, Haiti)
  7. Plumeria stenophylla (berasal dari Karibia, Amerika Selatan)

Tanaman ini dapat diperbanyak dengan mudah yakni melalui stek batang. Bunga kamboja sangat mudah ditanam dan tidak memerlukan perawatan khusus.

Manfaat Bunga Kamboja untuk Kesehatan

Sebenarnya terdapat banyak manfaat dari tanaman bunga kamboja. Seperti sebagai tanaman hias karena memiliki bentuk bunga yang indah dan memiliki aroma yang wangi. Namun dikarenakan memiliki kesan mistis, jarang masyarakat yang menanamnya sebagai tanaman hias.

Selain bisa dimanfaatkan sebagai tanaman hias, bunga kamboja memiliki sejumlah manfaat untuk kesehatan. Tanaman ini mengandung beberapa senyawa kimia seperti asam plumerat, asam serotinat, plumierid, agoniadin dan lain sebagainya. Kandungan tersebut tentunya memiliki manfaat baik bagi kesehatan.

Kulit batang bunga kamboja putih sering dimanfaatkan sebagai sebagai obat patek (frambosia) dan obat luar untuk kulit pecah-pecah pada telapak kaki. Air rebusan kulitnya bermanfaat untuk meredakan kaki bengkak.

Getah dan daunnya bisa dimanfaatkan sebagai obat bisul yakni dengan cara mengoleskan getahnya pada bisul. Bunganya dimanfaatkan untuk campuran farfum dan kosmetik. Bunganya juga bisa digunakan sebagai campuran teh kombocha.

Bagian daunnya bermanfaat sebagai penenang saraf, mengatasi insomnia, obat sakit kepala, dan obat bisul. Bagian akarnya bermanfaat sebagai obat wasir (ambeien). Getah akarnya berkhasiat untuk menghilangkan kapalan pada tangan dan kaki.

Sebenarnya masih banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari tanaman ini. Namun mayoritas masyarakat Indonesia belum memaksimalkan manfaat tanaman ini untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Oleh karena itu diperlukan peran dari berbagai pihak untuk mengenalkan khasiat tanaman tersebut.

Sumber referensi:

  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Kemboja
  2. https://eprints.umm.ac.id/45446/3/jiptummpp-gdl-nikmatulma-45726-3-bab2.pdf
  3. https://pemkomedan.go.id/artikel-11296-khasiat-tanaman-kamboja-untuk-kesehatan.html

Sumber gambar:

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *