Habitus: Terna, menahun, tegak atau sedikit melata, tinggi mencapai 1 m Batang Bulat, kasar, bercabang banyak, beruas-ruas, berwarna ungu atau ungu kemerahan Daun: Tunggal, duduk berhadapan, di setiap ketiak daun tumbuh tunas baru, helaian bentuk lonjong sampai lanset, panjang 4-13 cm, lebar 2-5 cm, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, pertulangan daun tegas, permukaan daun kasar berbulu, warna ungu tua atau ungu kemerahan Bunga: Majemuk, bentuk bulir bulat seperti knop, terletak di ketiak daun, panjang tangkai 5-10 cm, tangkai kasar, berwarna ungu, hiasan bunga bentuk bintang, ujung runcing, panjang bunga 5-10 mm, diameter 5-8 mm, warna putih gading Biji: Bentuk lanset, kecil, berwarna coklat Akar: Serabut, berwarna putih kehitaman
Ekologi dan Penyebaran
Merupakan tumbuhan liar di pinggir-pinggir jalan, kebun kosong, pagar atau ditanam sebagai tanaman hias pekarangan, Tumbuh di dataran rendah sampai pegunungan pada ketinggian 100 sampai 2300 m di atas permukaan laut. Berbunga pada bulan Juli-September. Waktu panen yang tepat pada bulan Maret-April.
Kandungan Kimia
Daun bayam ungu mengandung saponin, flavonoida dan tanin.
Khasiat
Bayam ungu berkhasiat sebagai pelancar air seni, obat diare dan sakit kepala. Untuk obat sakit kepala, daun bayam ungu segar sebanyak 60 gram, dicuci, direbus dengan 200 ml air sampai mendidih selama 15 menit, disaring, setelah dingin diminum sekaligus.
Sedangkan untuk obat diare: daun bayem ungu segar sebanyak 50 gram, dicuci, direbus dengan 200 ml air sampai mendidih selama 15 menit, disaring, setelah dingin diminum sekaligus. Dianjurkan untuk diminum setelah buang air besar.
Daun bayam merah berkhasiat sebagai obat sakit kepala/pening.
Bayam Dempo
Bayam dempo berkhasiat sebagai pelancar air seni dan obat memar.
Anuma
Anuma berkhasiat sebagai obat demam, anti malaria, dan anti piretik.
Aren
Akar aren berkhasiat sebagai pelancar air seni dan peluruh haid. Getah hasil sadapan berkhasiat sebagai obat sariawan, urus-urus dan obat radang paru-paru.