Habitus: Perdu, tahunan, tinggi ± 5 m Batang: Tegak, berkayu, bulat, halus, percabangan simpodial, ranting berambut, coklat Daun: Tunggal, berseling, lonjong, tepi bergerigi, ujung meruncing, pangkal rata, berbintik-bintik, panjang 4-17 cm, lebar 2-12 cm, pertulangan menyirip, tangkai bulat, berambut, panjang 1-2 cm, ungu Bunga: Majemuk, bentuk mangkok, kecil, ungu, benang sari kecil, duduk dalam gelendong sepanjang sumbu bulir, putik bertangkai, putih bertangkai putih, mahkota bertaju, ungu, masing-masing terbagi tiga, ungu Buah: Kotak ber-ruang tiga, berambut, merah Biji: Bentuk ginjal, hitam Akar: Tunggang, coklat
Kandungan Kimia
Daun, bunga dan batang Acalypha wilkesiana mengandung saponin, di samping itu daun dan bunganya juga mengandung flavonoida dan tanin dan batangnya juga mengandung polifenol.
Khasiat
Daun akalifa dapat digunakan untuk membersihkan noda-noda pada kulit. Untuk membersihkan noda-noda pada kulit dipakai ± 10 gram daun segar Acalypha wilkesiana, dicuci, ditambah kapur dan gambir sedikit, dilumatkan, kemudian dioleskan pada noda-noda di kulit.
Akar akasia berkhasiat sebagai obat demam dan obat perut mulas.
Begonia
Begonia berkhasiat sebagai penurun panas, pembersih darah, dan penekan batuk
Blimbing Legi
Buah blimbing legi berkhasiat sebagai obat batuk, dan obat tekanan darah tinggi, daunnya berkhasiat sebagai obat pening.
Blimbing Wuluh
Bunga blimbing wuluh berkhasiat sebagai obat batuk, buahnya berkhasiat sebagai obat sariawan dan daunnya berkhasiat sebagai obat encok, obat penurun panas dan obat gondok.