Habitus: Pohon, tinggi ± 12 m.
Batang: Tegak, bulat, berkayu, percabangan monopodial, coklat.
Daun: Tunggal, lonjong, panjang 8-20 cm, lebar 4-6 cm, ujung dan pangkal meruncing, halus, pertulangan bawah menonjol, mengkilat, hijau.
Bunga: Majemuk, bentuk tandan, tersebar di batang dan cabang, tangkai silindris, panjang +/- 4 cm, benang sari dan putik halus, kuning, mahkota lonjong, kuning.
Buah: Buni, bulat, kulit kasar, diameter + 5 cm, coklat.
Biji: Bentuk ginjal, halus, hitam mengkilat.
Akar: Tunggang, putih kotor.
Kandungan Kimia
Daging buah, biji dan akar kepel mengandung saponin, flavonoida dan polifenol, di samping itu bijinya juga mengandung alkaloida, dan daunnya mengandung flavonoida dan polifenol.
Khasiat
Daging buah kepel berkhasiat sebagai obat radang ginjal dan untuk peluruh air seni.
Untuk obat radang ginjal dipakai ± 1 buah kepel yang sudah matang. kemudian daging buahnya dimakan langsung.
Bunga krisan berkhasiat sebagai obat sakit bengkak pada mata dan untuk obat luka.
Kremi
Daun kremi berkhasiat sebagai obat sakit perut, untuk peluruh air seni, wasir dan rambut rontok.
Kremah
Batang bersama daun kremah berkhasiat sebagai obat perut mulas, berak darah dan obat pening kepala.
Krangkong
Daun, atau seluruh bagian tanaman krangkong dalam keadaan segar atau setelah dikeringkan berkhasiat untuk anti nyeri, penurun panas dan peluruh air seni.