Aceh: Kenanga
Gayo: Selanga
Nias: Ngana-ngana
Minangkabau: Ingona
Sumatera Timur: Salapin
Sumatera Barat: Kupa Apale
Sumatera Selatan: Kupa lena
Sunda: Kananga
Jawa Tengah: Kenanga
Madura: Kananga
Bali: Sandat
Sasak: Sandat
Bima: Kananga
Sawu: Tenaga
Roti: Bunga kacik
Sulawesi Utara: Lalingiran
Bugis: Kananga
Buru: Lomulilano
Habitus: Pohon, tinggi ± 10 m.
Batang: Berkayu, bulat, bercabang, hijau kotor.
Daun: Tunggal, tersebar, bulat telur, ujung runcing, pangkal rata, panjang 10-23 cm, lebar 3-14 cm, pertulangan menyirip, bertangkai 1-5 cm, hijau.
Bunga: Majemuk, bentuk payung, di ketiak daun, kuning, kelopak bentuk corong, hijau, benang sari banyak, coklat muda, kepala putik bulat, daun mahkota enam, lanset, panjang 5-7,5 cm, masih muda hijau setelah tua kuning.
Buah: Buni, lonjong, panjang ± 2 cm, hijau.
Akar: Tunggang, coklat.
Kandungan Kimia
Bunga kenanga mengandung saponin, flavonoida dan polfenol, di samping minyak atsiri.
Khasiat
Bunga kenanga berkhasiat sebagai obat nyeri haid, di samping itu bunganya untuk bahan kosmetika.
Untuk obat nyeri haid dipakai ± 15 gram bunga segar kenanga, diseduh dengan 1 gelas air matang panas, setelah dingin airnya diminum sekaligus.
Bunga krisan berkhasiat sebagai obat sakit bengkak pada mata dan untuk obat luka.
Kremi
Daun kremi berkhasiat sebagai obat sakit perut, untuk peluruh air seni, wasir dan rambut rontok.
Kremah
Batang bersama daun kremah berkhasiat sebagai obat perut mulas, berak darah dan obat pening kepala.
Krangkong
Daun, atau seluruh bagian tanaman krangkong dalam keadaan segar atau setelah dikeringkan berkhasiat untuk anti nyeri, penurun panas dan peluruh air seni.